Inspirasi Dari Sang Kakek

image

[Renungan Pagi]

“Silau matahari kala itu menandakan datangnya waktu fajar. Seorang kakek paruh baya tergopoh-gopoh menggunakan tongkatnya menelusuri gang sempit yang lebarnya tak kurang dari dua meter.”

                   ***
Kicauan burung dan sahutan suara ayam menambah syahdu pagi itu. Belum lama sesudahnya, terdengar suara lantang dari toak masjid. “Innalillahi wainnailaihirojiun telah berpulang ke rahmatulloh fulan binti fulan dan seterusnya…”

Seketika tubuh ini sontak terdiam dan relfeks mendoakan agar almarhum dibulan penuh berkah dan ampunan ini mendapat tempat terbaik disisi-Nya.

Silau matahari kala itu menandakan datangnya waktu fajar. Seorang kakek paruh baya tergopoh-gopoh menggunakan tongkatnya menelusuri gang sempit yang lebarnya tak kurang dari dua meter.

Yah benar saja. Selain para warga yang pergi ke rumah duka, sang kakek ini pun rupanya ingin pula bertakziah.

Bagaikan petir dipagi hari kala itu. Tamparan keras bagi diri ini. Bukan kah kita tidak asing lagi dengan hadist ini.

“Hak muslim atas muslim lainnya ada enam: apabila engkau bertemu dengannya maka ucapkan salam, apabila dia mengundangmu maka penuhilah undangannya, apabila dia meminta nasihat kepadamu maka nasihati dia, apabila dia bersin lalu memuji Allah maka doakan dia, apabila dia sakit maka jenguklah, Dan apabila dia wafat maka ikutilah (yakni mengantarkannya ke pekuburan).” (HR. Muslim)

Malu rasanya kalau Allah masih menitipkan tubuh yang sehat, mata yang masih jelas melihat, telinga yang masih bisa mendengar, hidung yang masih bisa mencium, mulut yang masih bisa berbicara, kaki yang masih kokoh untuk berjalan, dan tangan yang masih bisa difungsikan. Namun, tidak serta-merta digunakan untuk kebaikkan.

Terkadang masih saja sering mengeluh. Seperti setitik noda hitam yang berada diatas kertas putih. Lebih sering melihat kekurang ketimbang kelebihan dan keberkahan yang telah Allah SWT berikan.

Ahh malu rasanya. Kakek yang berjalan dengan hampir-hampir bergetar seluruh tubuhnya itu menjadi inspirasi ku untuk terus menebar kebaikkan.

Terimakasih kek :’)

Robby Adhitya
Samarinda, 08 Juli 2015

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s