Cerita Khayalan

Tulisan ini sebenarnya masih berkaitan dengan acara Training Relawan KNRP yang saya posting beberapa hari lalu. Hanya saja kali ini pembahasannya berbeda, dan dari sudut pandang yang tak sama. Kalau kemaren saya bercerita tentang acara training tersebut, kali ini saya ingin mengulas buku “Setetes Embun di ujung Denpasar” nya Bang Lubis.

80% persen buku ini berisikan tentang parenting dan hubungan dalam rumah tangga. Sisanya tentang pengalaman beliau ketika di Negara Timur Tengah dan motivasi serta hikmah untuk para pemuda. Benar saja jika buku ini khusus untuk yang sudah menikah, karena jika belum, semuanya akan menjadi khayalan semata, karena belum bisa diamalkan. Hehe

Kalau pun belum berkeluarga, minimal dengan membaca buku ini bisa jadi persiapan untuk membangun rumah tangga kelak. #Eaaa
Pesan beliau, pasti ada hikmah yang Allah sudah takdirkan dengan membaca buku ini🙂

Ada sebuah kisah tentang seorang pemuda berusia kira-kira 24 tahun yangg sedang melakukan perjalanan bersama ayahnya dari Jakarta menuju Bogor dengan menggunakan Kereta, diatas kereta pemuda itu terus melihat keluar melalui jendela kereta.

Setiap kali pemuda yang tentunya sudah dewasa itu memandang keluar jendela kereta, dengan raut wajah gembira ia berkata pada Ayahnya. “Ayah lihat, pohon-pohon itu sedang berlarian”

Penumpang lain di atas kereta melihat pemuda 24 tahun tadi dengan kasihan. Semakin mereka kasihan lagi ketika mereka melihat sang Ayah dari Pemuda itu begitu sabar menanggapi kalimat kalimat anaknya.

Kalimat kalimat yang terungkap oleh pemuda itu memang seperti ke kanak kanakan jika di bandingkan usianya yg sudah 24 tahun

Dengan penuh semangat tanpa memperdulikan penumpang lain disekelilingnya, tiba-tiba sipemuda itu berkata lagi kepada ayahnya , “Ayah lihatlah, awan itu sepertinya sedang mengikuti kita!”

Pemuda itu terus saja dengan keceriaannya melihat lihat keluar kereta dan menceritakan apa yg dia lihat kepada ayahnya.

Di antara riuhnya suara penumpang lain yang bersahutan dengan deru kereta itu tampak ada beberapa orang yang tak sabar melihat prilaku pemuda kekanak-kanakan itu,salah satu diatara mereka kemudian mendekat ke ayah pemuda itu lalu bertanya :. “Pak kenapa anak Anda tidak dibawa saja ke dokter atau rumah sakit untuk diobati? Kasihan melihatnyaa Pak.”

Ayah pemuda itu hanya tersenyum, kemudian berkata. “Sudah, Saya Sudah bawa anak saya ke dokter dan sebenarnya kami ini baru saja dari rumah sakit. Anak saya ini sebelumnya buta sejak kecil, dan ia baru mendapatkan penglihatannya hari ini.”

Lelaki yg bertanya seketika terdiam tak mampu melanjutkan berkata kata lagi.

Sahabat, begitulah islustrasi dari sebuah pelajaran dalam hidup kita di dunia ini,
kita mungkin bisa juga menjadi seperti pemuda 24 tahun tadi, sekian lama kita hidup di dunia, diluar kesadaran kita, kita bisa jadi sebenarnya cukup lama berada dalam kebutaan, kita mungkin saja sejak kecil ternyata buta, dan tak mampu melihat apa yang sebenarnya penting dalam hidup kita.

Bisa jadi sebenarnya kitalah orang yg sedang membutuhkan penyembuhan agar kita bisa melihat hal-hal penting dan mungkin saja sangat menarik dalam hidup kita.

Sahabatku …
Perlajaran lain yg bisa kita kumpulkan adalah ketika kita berinteraksi, bekerja, berbisnis atau semuaa hubungan kita dengan siapapun di sekeliling kita, tidak jarang kita mulai tergoda untuk memberikan penilaian atau bahkan sampai menghakimi orang lain atau keadaan hanyaa berdasarkan pandangan sekilas kita, kemudian kita mulai berpersepsi, berasumsi, kemudian membuat perkiraan dengan rekaan kita sendiri. Sering kali justru apa yg kita persepsikan sangat jauh dari kebenaran.

Lihat, dengar dan rasakan, buka pikiran dan hati kita. Semoga Allah terangi hati dan pikiran kita. Agar kita senantiasa menjadi pribadi yg bijak dan bisa mengambil hikmah dalam hidup kita.

Cerita diatas merupakan salah satu motivasi dan hikmah dari buku Setetes Embun diujung Denpasar ini. Akhirnya membaca buku ini bagaikan mendapat tetesan embun yang bisa jadi nutrisi bagi jiwa kita. Begitu banyak pelajaran hidup yang dapat kita ambil hikmahnya apabila kita mau peka. So, selamat mencari dan menikmati bukunya🙂

image

Ini foto saya dengan beliau. Terimakasih guru sudah mau berbagi dan menginspirasi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s