Mundur Selangkah Untuk Melompat Lima Langkah Kedepan

MENOREHKAN hasil yang terbaik sudah pasti adalah hal yang ingin kita dapatkan, tentunya. Baik dalam hal segala bidang yang kita lakukan sehari-hari. Namun, terkadang kita ingin mendapatkan sesuatu secara instan dengan hasil yang memuaskan, tidak terkecuali diri ane pribadi hehe. Patut menjadi renungan dalam diri kita. Apakah kita sudah pantas mendapatkan hasil yang maksimal dengan usaha yang minimal ? Sekadar kembali mengingatkan, khususnya buat ane pribadi. Allah itu Maha Adil. “Allah memberikan hasil sesuai dengan usaha yang dilakukan oleh hambanya.”

Saya jadi teringat kemarin, saat saya maju untuk presentasi di mata kuliah Etika dan Filsafat Komunikasi. Sebenarnya, bukan hanya saat itu saja sih saya maju sebagai penyampai materi, sebelum-sebelumnya saya juga pernah melakukan hal yang serupa. Tetapi kemarin setelah selesai presentasi, saya merasakan mendapat hidayah gitu. Eh, salah yaa ? maksudnya mendapatkan pembelajaran yang berharga dari presentasi itu hehe.

Sungguh sangat egois saya ini. Ingin mendapatkan nilai sempurna saat presentasi itu, sementara usaha yang saya lakukan tidak sebanding dengan tekad yang ada dibenak saya. Sebelumnya saya hanya mempersiapkan bahan itu H-1. Dan sebenarnya tugas itu sudah diberikan satu minggu sebelumnya. Wajar sajalah namanya juga mahasiswa, sukanya pakai jurus “The Power of Kepepet” haha. Mempelajari materinya pun, cuman saya lakukan kurang lebih 2 jam. Maka wajarlah hasil yang saya dapatkan tidak bisa sempurna.

Apapun hasilnya tetap saya syukuri. Karena saya menyadari usaha yang saya lakukan hanya segitu, maka sepantasnya saya mendapatkan hasil yang sebanding pula alias cukup baik hiks.. hiks.

Meratapi kegagalan yang sudah lewat itu enggak baik. Tetapi “Mundur selangkah untuk melompat lima langkah kedepan” itu jauh lebih baik. Artinya boleh melihat kembali kegagalan kemarin, untuk menjadikannya pembelajaran, dan membuat hidup kita jauh lebih baik dikemudian hari.

Rosulullah juga bersabda : “Barangsiapa yang harinya sekarang lebih baik daripada kemarin maka dia termasuk orang yang beruntung. Barangsiapa yang harinya sama dengan kemarin maka dia adalah orang yang merugi. Barangsiapa yang harinya sekarang lebih jelek daripada harinya kemarin maka dia termasuk orang yang celaka.”

Tentunya kita tidak ingin menjadi manusia yang celaka kan. Naudzubillah summa naudzubillah! Semoga kita bisa mengambil hikmah dari setiap kejadian yang kita lalui, agar bisa memperbaiki diri dan menjadi orang yang beruntung. Aamiin

Jadi perlu digaris bawahi, bila seseorang ingin mendapatkan hasil yang memuaskan, maka diperlukan kerja keras dan usaha yang ekstra lebih. Tapi perlu diingat, selain usaha yang ekstra lebih, juga harus dibarengi dengan doa. Karena segala sesuatunya ada di “Tangan” Allah SWT.

Follow me on twitter @RobbyAdhtya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s