Kisah Inspiratif “Pengamen dan Qori”

Alkisah pada suatu hari ada seorang pemuda yang mengeluh pada seorang ustadz. “Ustadz dimanakah keadilan Allah itu ? telah lama aku meminta dan memohon kepada-Nya, namun tak pernah dikabulkan ! Aku sholat, puasa, bersedekah, berbuat kebajikan, tapi satu pun keinginan ku dikabulkan. Padahal seorang teman yang ibadahnya kacau, bicaranya menyinggung hati, akhlaknya buruk, tetapi apa yang ia minta selalu terkabul dengan cepat. Ooh sungguh dimanakah Keadilan Allah itu ???”, curhat pemuda galau itu kepada ustadz. Lalu kemudian sang ustadz pun menarik nafas yang dalam dan menjawab pertanyan pemuda itu dengan bijak. “Pernahkah engkau wahai pemuda didatangi oleh seorang pengamen ?”, tanya sang ustadz,. “Pernah, tentu saja”, jawab pemuda itu. “Bayangkan jika pengamen itu berpenampilan seram, bertato, bertindik, nyanyiannya tidak merdu, dan memekakkan telinga, apa yang akan kau lakukan ?”, tanya ustadz. Pemuda itu menjawab, “Segera kuberi uang agar dia cepat berlalu dari hadapanku.” Lalu bagaimana jika pengamen itu bersuara merdu mendayu, menyanyi dengan sopan dan penampilannya rapi lagi wangi, apa yang kau lakukan,” tanya kembali utadz itu. “Kudengarkan dan kunikmati hingga akhir ayat lalu kuminta ia mengaji sekali lagi dan tambah lagi,” jawab pemuda itu sambil tersenyum. Kalau begitu bisa saja Allah bersikap seperti itu kepada hamba-Nya. Jika ada hamba yang berakhlak buruk dan dibenci-Nya berdoa dan memohon kepada-Nya, mungkin akan di firmankan kepada malaikat, “Cepat berikan apa yang dia minta, aku muak dengan pintanya !” Tapi bila yang menadahakan tangan adalah hamba yang sholeh dan rajin beribadah, rajin sholat, bersedekah,senantiasa menjalankan perintahnya, mungkin saja Allah berfirman kepada malaikat, “Tunggu tunda dulu apa yang dipintanya, aku menyukai isak-tangisnya. Aku tak ingin dia menjauh dariku setelah mendapat apa yang dipintanya. Aku ingin mendengar tangisnya karena Aku mencintainya. Sahabatku bukan bermakdu untuk mengguri atau sebagainya, hanya saja akan kah lebih baik dan bermanfaat apabila hati dan pikiiran kita ini selalu bersih dan berhusnudzhon kepada diri sendiri, orang lain dan Allah SWT tentunya. Karena Allah berfirman, “Sesungguhnya aku inia adalah sesuai dengan prasangka hamba-Ku.” Jadi sahabatku yang dirahmati Allah SWT, ane pribadi khususnya mengajak kita semua untuk senantiasa berprasangka baik terhadap Qodho dan Qadar-Nya.

Ingin ngobrol dengan saya ? Follow saya di twitter @RobbyAdhtya :) 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s