We Are (Strong) Together

Wisuda: (dari kiri) Robby Adhitya, Dimas Ronggo G.P., S.H, M. Subban

Awal pertemanan kami bermula dari forum anak mushola. Sekitar tiga tahun silam tepatnya, kami saat itu menjabat sebagai ketua mushola. Tentunya dari fakultas yang berbeda. Saya di Fisip, Dimas di Hukum, Subhan di Faperta, Hamka di FEB dan Fahreza di Kedokteran. 

Entah apa yang membuat ikatan kami semakin kuat sampai dengan hari ini. Walaupun sudah jarang berkumpul bersama, tapi rasa itu akan tetap ada. Disaat gundah melanda, dan lelah menghampiri. Bertemu dan melihat senyum mereka menjadi obat paling manjur yang ku rasa.

Awal april ini menjadi hari yang spesial bagi satu diantara kami. Sebut saja Dimas Ronggo Gumilar Prabandaru yang baru saja mendapat gelar sarjananya. S.H! Eits, bukan sarjana humor ya hehe. Tapi Sarjana Hukum. Walaupun Dimas seorang yang kadang mengeluarkan joke-joke yang bisa membuat kami tertawa terpingkal-pingkal, tapi disisi lain ia memiliki pribadi yang bijaksana dan sangat amanah dengan tanggung jawabnya. 

FYI, Dimas juga sebenernya yang menginisiasi dan membuat We Are (Strong) Together berkumpul. Walaupun usianya lebih muda daripada saya, tapi tingkat kematangannya dalam berpikir dan bertindak jauh diatas saya. Bahkan orangtuanya pun haru ketika melihat perubahan 180derajat ketika ia masuk dunia perkuliahan. 

Yang tadinya akrab dengan motor dan jalanan. Kita lebih mesra dengan mushola dan Al-Quran. Semua berubah ketik negara api menyerang hehe. Gak lah ya. Semua berubah ketika ada kemauan dan mau untuk hijrah. 

Panjang rasanya jika ingin membahas sosok Dimas. Satu kata untuk dia yang bisa menggambarkan pribadinya yaitu “SETIA”. So, untuk kalian jangan ragu untuk memilihnya hehe (apasih). Sekali lagi selamat untuk saudara kami Dimas atas kelulusannya. Semoga ilmunya berkah dan bisa jauh lebih bermanfaat di masyarakat. 

Last but not least. Semoga usia persahabatan kami akan terus awet sampai dengan kematian yang memisahkan. Bahkan kelak jika engkau di Surga-Nya, dan engkau tidak mendapati diriku disana, maka carilah aku. Mintakan lah pada Allah dan katakan bahwa kita pernah berjuang bersama menegakan Agama Allah dan menegakan yang haq dimuka bumi ini. 

“Tidak sempurna keimanan seseorang dari kalian, sebelum ia mencintai saudaranya (sesama muslim) sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” (Hadist) 

Akhukum Fillah, 

@RobbyAdhitya

Kebahagiaan Tak Melulu Soal Uang

Rob Iss.jpg

Pernah diantara kita mungkin berfikir lahir ke dunia ini dari rahim seseorang yang jutawan. Memiliki harta yang tak habis tujuh turunan, bahkan tanjakan hehe. Tinggal disebuah istana dengan mahkota kerajaan. Semua yang dipinta pun serba ada, hanya dengan tunjuk tangan semua terkabulkan.

Namun, hidup ini tak seperti sinetron di layar televisi kawan. Kenyataannya hari ini banyak yang hidup mewah dan berlimpah namun tak menemukan dan merasakan kebahagiaan. Memiliki rumah bertingkat, mobil empat, atm berlipat-lipat tapi tidur tak tenang karena banyak yang dipikirkan.

Pada hakikatnya kita harus meyakini, bahwasannya kebahagiaan, ketenangan, kenyamanan, kesempurnaan cinta, tak bisa dibeli dengan uang. Ia hanya akan singgah kepada hati yang selalu bersyukur atas karunia dari rabb-Nya.

Sebuah nasihat bijak selalu terniang dihati dan pikiran ini. Allah menciptakan kita dalam dua keadaan yang harus diisi oleh hamba-hamba-Nya. Keadaan pertama adalah keadaan bersyukur dan keadaan kedua adalah keadaan bersabar. Jika kita sedang berada di atas, maka mainkanlah peran kita sebagai orang-orang yang bersyukur. Agar Allah tidak menjatuhkan kita ke tempat yang lebih rendah.

Tapi ketika kita berada di bawah, maka mainkalah peran sebagai orang-orang yang bersabar. Agar Allah segera mengangkat kita ke tempat yang lebih tinggi. Hal ini sesuai dengan apa yang dikatakan Rosululloh SAW dalam hadist yang berbunyi

“Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, semua urusannya baik baginya dan kebaikan itu tidak dimiliki kecuali oleh seorang mukmin. Apabila ia mendapat kesenangan ia bersyukur dan itulah yang terbaik untuknya. Dan apabila mendapat musibah ia bersabar dan itulah yang terbaik untuknya.” (Shahih Muslim)

Allah juga mengatakan la in syakartum la azidannakum, Barang siapa bersyukur maka pasti akan ditambah nikmatnya. Itu syukur. Kemudian Allah juga berfirman Wasta’inu bi sobri wa sholah, Ketika kita ada masalah, mintalah pertolongan dengan sabar dan sholat.

Ujung dari keduanya adalah Kesuksesan. Maka jangan pernah risaukan kita berada diposisi yang mana. Risaukan saja apakah kita sudah memainkan peran syukur kita dengan yang terbaik atau peran sabar kita dengan yang terbaik?

Strategi Bisnis dibalik Kisah Nabi Nuh ‘Alaihissalam

image
Owner Jaket Kampus dan CEO KeKe Busana

Terkisah Nabi Nuh ‘Alaihissalam, yang diuji dengan ummat yang sukar diajak tuk beriman. Terkabar ilahi akan hadirnya banjir bandang. Nabi Nuh AS kemudian membangun kapal diatas gunung nan tinggi. Semua orang mengejek, mencela, bahkan menganggap gila. Tak hanya ummatnya, anaknya pun tak sanggup ia Selamatkan.

Banjir besar pun datang. Menyapu peradaban. Kecuali mereka yang beriman. Yang memilih menaiki bahtera harapan. Itulah sejengkal kisah peradaban. Dihadirkan agar diambil pelajaran.

*****

Kali ini Saya tidak pada posisi membahas kisah Nabi Nuh sebagai seorang ulama. Karena memang Saya tidak pakar dalam hal tersebut. Namun ijinkan hamba nan bodoh ini mengambil ibroh bisnis dari kisah Nabi Nuh.

Kisah Nabi Nuh dan Kapalnya mengusik fikiran Saya semalaman suntuk. Bagaimana kisah Nabi Nuh ini berkesuaian dengan apa yang terjadi dalam dunia bisnis sekarang : disruption atau penggilasan.

*****

Di tahun 1990an, santer terdengar isu tentang perkembangan dunia telekomunikasi. Isu santer itu bernama Global System for Mobile-Communication atau yang disingkat dengan GSM. Ada isu besar, bahwa ada teknologi yang membuat manusia tak lagi berkomunikasi via kabel. Teknologi ini membuat manusia bisa terhubung secara nirkabel.

PT Telkom sebagai raksasa telekomunikasi sedang menikmati indahnya pembayaran tarif telepon fix line. Dengan bersumber dari pembayaran telepon rumah, Telkom sedikit terbuai, namun tidak untuk beberapa orang yang meyakini “Banjir Bandang” akan datang. Banjir Bandang itu bernama GSM.

Sejak tahun 1993, mereka bergerak mendirikan bakal calon anak perusahaan yang kan berteknologi GSM. Dan di tahun 1995, berdirilah Telkomsel.

Membangun Telkomsel di tahun 1995, ibarat membangun Kapal diatas gunung. Tidak sedikit pesimisme dan cibiran berdatangan dari mereka yang tidak “mengimani” banjir bandang GSM. Itulah kabar burung yang Saya dengar dari para pendiri Telkomsel di generasi pertama. Mereka seakan orang-orang aneh dalam sejarah.

Di tahun awal-awal pendiriannya, Telkomsel cukup terseok menghadirkan layanan. Pelanggan pun masih sangat minim. Maklum, tekonologinya masih belum merata.

Sejarah berlalu, banjir bandang pun terjadi. Arus GSM mengalir keras ke peradaban. Perangkat mobile phone menyesaki saku-saku penduduk Indonesia. Peradaban telepon rumah seakan ditinggalkan. Sebagian dipertahankan untuk sekedar syarat pencairan kredit bank.

Kini, konon Telkomsel memasok mayoritas pendapatan Telkom Group. Perusahaan yang dahulu dicibir ini mendadak menjadi “Bahtera Nuh” bagi perusahaan raksasa telekomunikasi Indonesia. Selamat.

*****

Sejalan dengan cerita Nabi Nuh, teknologi GSM ini hadir bersamaan dengan teknologi internet, surel dan kerabatnya. Sebuah perusahaan jasa pengiriman nasional yang tak bisa Saya sebutkan namanya, entah bagaimana, tidak begitu mengimani kabar hadirnya “Banjir Bandang” Teknologi.

Kini perusahaan tersebut bertahan walau berat. Andai perusahaan tersebut sempat membangun “Bahtera Nuh”-nya, Saya yakin, keadaan perusahaan tersebut tak akan seperti saat ini.

Aset-aset perusahaan tersebut kini mulai menua dan tak terawat. Model bisnis mereka kini mulai direvolusi menjadi payment gateway dan ekspedisi barang. Walau terseok, mereka tetap bertahan. Persis seperti kampung paska banjir : recovery nya berat.

*****

Ada beberapa hal yang dapat kita petik ambil pelajaran :

1. Banjir Bandang Pasti Datang

Dalam dunia yang terus bergerak, perubahan adalah hal yang pasti terjadi. Yang jarang disadari adalah… perubahan yang terjadi akan berdampak seperti banjir bandang.

Perhatikan hal berikut ini,

Anda berbisnis di industri kapal feri. Sebuah moda angkutan laut jarak pendek. Biasanya menghubungkan pulau antar selat. Apa yang terjadi jika pemerintah berhasil membangun jembatan atau terowongan bawah laut? Banjir bandang.

Anda berbisnis jualan pulsa, bagaimana jika suatu hari dunia terkoneksi internet, sehingga orang tidak perlu lagi membayar pulsa untuk berkomunikasi? Banjir bandang.

Anda memiliki bisnis kursus bahasa inggris, bagaimana jika suatu saat, ada platform edukasi bahasa inggris yang tidak lagi membutuhkan kehadiran fisik peserta didik? Banjir bandang.

Bisnis apa pun yang kita lakukan hari ini, tidaklah lepas dari ancaman banjir bandang. Karena begitulah dunia terus berubah

2. Bangunlah Bahtera Nuhmu

Banjir Bandang adalah keniscayaan, namun hal itu bukanlah ancaman ketika Anda berhasil membangun Kapal diatas gunung. Seperti Telkom yang berhasil membangun Telkomsel, Seperti Trans Grup yang berhasil memodifikasi Mallnya menjadi wahana rekreasi, karena mereka menyadari.. bahwa orang tidak akan lagi datang ke mall untuk berbelanja, namun untuk rekreasi. Dan biarkan impulse buying sebagai trigernya.

Apakah Anda sudah membangun kapal Nuh Anda?

3. Yang menghina hanya akan tenggelam

Lihatlah kisah Nabi Nuh, mereka yang menghina akhirnya larut bersama banjir bandang.

Ini persis seperti kesadaran Kodak akan kamera digital. Mereka mentertawakan konsep camera digital yang tidak memiliki film didalamnya. Kodak mentertawakan kapal Nuh yang dibangun canon. Dan sekarang kodak tenggelam dalam “kekufurannya”

Begitulah nokia, yang mentertawakan android, dimana nokia sangat mengagung-ngagungkan syimbian nya. Dan akhirnya mereka harus tenggelam bersama kesombongannya.

Begitulah biro-biro travel yang tidak move on ke perilaku digital. Mereka harus gigit jari melihat Traveloka melahap hampir seluruh market share penjualan tiket mereka. Mereka tenggelam bersama banjir bandang perubahan.

*****

Semoga Allah melindungi Saya, Anda dan kita semua, dari Banjir Bandang yang tak kuasa kita atasi.

Dan semoga Allah menuntun Saya, Anda dan kita semua, agar mampu membangun Bahtera Nuh yang seharusnya.

Rendy Saputra
CEO KeKe Busana

Inspirasi Datang Dari Mana Saja

Ketika anda merasa sedang jenuh dengan rutinitas sehari-hari, maka yakinlah itu adalah hal yang wajar. Namun akan menjadi tidak wajar jika itu terjadi pada diri anda sering kali. Sebulan sekali itu sudah terhitung sering, jika dihitung dalam setahun maka totalnya sudah mencapai 12 kali banyaknya.

Saat anda merasa tidak bersemangat melangkahkan kaki untuk memulai aktivitas atau bekerja, Ingatlah betapa banyak orang diluar sana yang “memikul” amanahnya sebagai sarjana luntang lantung mencari pekerjaan. Anda yang duduk diruang ber-AC dan tak perlu mengangkat beban berat tentulah tidak sama dengan mereka yang mencari rupiah dengan melawan teriknya matahari serta beban pikul yang begitu berat. Atau mungkin mereka yang keluar rumah sebelum matahari terbit yang sudah siap dengan peralatan kebersihannya.

Terkadang hidup itu seperti kincir angin yang berputar. Ada kalanya kita diatas, ada kalanya pula kita dibawah. Ada saatnya kita berputar sangat kencang (produktif), ada pula saatnya kita harus berhenti berputar (istirahat).

Tapi yang pasti, kincir angin itu selalu membawa kesejukan dan kenyamanan setiap kali ia berputar J. Jadilah pribadi yang bermanfaat diamana pun dan kapan pun. Pribadi yang selau dirindukan kehadirannya. Pribadi yang mampu membuat suasana nyaman ditengah keramaian. Pribadi yang selalu bersikap herois dan optimis.

Semut hitam yang tak tahu arah saja terus melangkah tanpa pernah berhenti dan mengeluh. Manusia yang diciptakan dengan “sempurna”, memiliki akal dan indra, kenapa harus mengeluh ketika ditimpa musibah?

 “Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai (dari suatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain. Dan hanya kepada Tuhan mu lah kamu berharap.”

(Qs. Ash-Sharh: 6-8)

Semangat Berbagi dan Menginspirasi

@RobbyAdhtya

robbb

Ajari Aku Kembali, Bapak

image

“Bahagiamu adalah bahagiaku, sedihmu juga menjadi sedihku. Tawamu adalah tawaku, dan tangismu juga menjadi tangis ku.”

——————————————————————————————————————————

Dahulu engkau yang mengajarkan aku untuk menjadi pribadi yang kuat,
Kini engkau mengajarkan aku tentang arti sebuah ketegaran.

Dahulu engkau mengajarkan aku tentang arti kasih sayang,
Kini engkau mengajarkan aku untuk berbagi kasih sayang itu kepada orang lain.

Tutur kata dan prilaku mu dulu mendidik ku untuk menjadi Pemimpin,
Kini tiba saatnya untuk aku benar-benar menjadi Pemimpin.

Dahulu dan kini engkau mengajarkan aku tentang Ketaatan.

Dahulu dan kini engkau mengajarkan aku tentang Kesabaran.

Dahulu dan kini engkau mengajarkan aku tentang Kebijaksanaan.

Dahulu dan kini engkau mengajarkan aku tentang Keikhlasan.

Maafkan aku wahai bapak.
Belum bisa menjadi anak yang baik untuk engkau,
Belum bisa menjadi anak yang membahagiakan engkau sepenuhnya.

Disetiap sujud-sujud panjangku selalu aku selipkan do’a terindah untuk engkau,
Selamat jalan bapak,
Semoga engkau tenang disisi-Nya, dan kelak kita dapat berkumpul kembali didalam Jannah-Nya.

@RobbyAdhtya
Mengenang wafatnya ayahanda Adi Hermanto bin Kasiran (08 Juli 1953 – 17 Oktober 2015)

Selamat #HariAyahNasional

Archery War Game Namanya

imageWeekend itu bukan berarti berhenti dari segala aktivitas. Berdiam diri diatas kasur ditemani oleh kipas kadang memang jadi pilihan yang pas. Namun perlu diingat kawan, waktu kita terbatas. Maka dari itu, jangan biarkan ia berlalu begitu saja tanpa sesuatu yang berkelas (maksa 😁)

Terlepas dari itu, hari ini saya menemukan sesuatu yang baru. Kalau biasanya panahan sebagai ajang latihan atau olahraga, kali ini berbeda. Konsepnya mirip-mirip dengan paintball (perang senjata dengan peluru karet) yang biasanya dimainkan di outdoor.

Walaupun baru pertama kali, tapi udah excited banget. Archery War Game namanya. Dilengkapi busur dan anak panah yang ujungnya dikasih bumper karet, serta dilingkapi dengan masker penutup muka permainan ini dilakukan oleh dua tim yang berjumlah 3-5orang setiap timnya.

Aturannya simpel, boleh menembak lawan langsung atau target sasarannya yang jadi incaran. Siapa yang duluan berhasil menjebol target panahan lawan dia lah pemenangnya. Tapi ini bukan soal menang kalah. Terlalu banyak ternyata manfaatnya dari game ini kalau kita mau merenungkan.

Menurut ensiklopedia (yang gw baca sekilas), memanah sudah ada sejak 5000 tahun silam. Pada awalnya, alat ini digunakan untuk memburu hewan liar. Hingga kemudian berkembang untuk berperang, dan sekarang menjadi olahraga ketepatan.

Siapa yang tahu, ternyata olahraga anjuran Nabi ini banyak manfaatnya. “Ajarilah anak-anak kalian berkuda, berenang dan memanah.” (HR. Bukhari dan Muslim). Oke coba kita telisik lebih dalam tentang memanah.

Pertama, Memanah itu Melatih Amarah. Selain harus sabar, sikap tenang dan gak terburu-buru mutlak diperlukan dalam olahraga ini. (Cocok banget buat gw yang masih suka terburu2 😅) apalagi dalam Archery War Game ini. Lengah sedikit “Mati’ lah kita kena tembak.

Kedua, perlu kedisiplinan dan ketepatan ketika ingin menembak lawan atau sasaran. Game ini juga membutuhkan insting yang tajam untuk menghindar dari serangan lawan.

Terakhir, game ini juga menitikberatkan pada keseimbangan tubuh. Pada saat melenturkan anak panah dibusurnya, kemudian melepaskannya perlu ada kekuatan fisik. Olahraga ini juga dapat membangun fokus dan kosentrasi dalam menyemai tanggung jawab dan keyakinan diri.

Orang yang memiliki karakter pribadi seperti ini, inshaAllah akan mudah melewati rintangan dalam hidupnya. Trust me, it’s work hehe.

Robby Adhitya,
Gor Madya Sempaja Samarinda